Duit Anak Duit Orang Tua

Posted by


MENCURI UANG ANAK SENDIRI

Seorang lelaki datang kepada Rasulullah SAW mengadukan ayahnya yang menghabiskan uang miliknya, tanpa meminta izin terlebih dahulu kepadanya.

Kemudian Rasulullah SAW memanggil ayah orang itu ke hadapan beliau.

Ketika lelaki jompo itu datang dengan tertatih-tatih bersandar pada tongkatnya, Rasulullah SAW bertanya :

Betulkah engkau mengambil uang anakmu tanpa seizinnya ?.

Wahai Nabi ALLAH, lelaki itu menangis.
Ketika aku kuat dan anakku lemah, ketika aku kaya dan dia miskin, aku tidak membelanjakan uangku kecuali untuk memberi makan kepadanya.

Bahkan terkadang aku membiarkan diriku kelaparan asalkan dia bisa makan.

Sekarang aku telah tua dan lemah,  sementara anakku tumbuh kuat.
Aku telah jatuh miskin sementara anakku menjadi kaya.
Dia mulai menyembunyikan uangnya dariku.
Dahulu aku menyediakan makan untuknya, tapi sekarang dia hanya menyiapkan makan untuk dirinya.
Aku tak pernah seperti dia memperlakukan aku.

Jika saja aku masih sekuat dulu, aku masih akan merelakan uangku untuk dia.

Ketika mendengar hal ini, air mata Rasulullah SAW jatuh berlinang seperti untaian mutiara menimpa janggutnya yang suci.

Baiklah, Rasulullah SAW berkata :
Habiskan seluruh uang anakmu sekehendak hatimu. Uang itu milikmu.

Saudaraku,
SURGA itu ada di telapak kaki Ibu, sedangkan Ayah, adalah jembatan menuju kepadanya.

Adakah di antara kita yang jarang pulang mengunjungi orang tua yang tinggal sendiri di kampungnya ?.

Tak pernah telpon ?, ataupun mengirim uang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya ?.

Pulanglah.
Luangkan waktu untuk menemuinya.
Pandanglah wajahnya, dan peluklah dengan rasa cinta yang tulus, seperti ketika engkau masih dalam buaiannya.

Karena, boleh jadi wajah itu akan segera menghilang dari pandangan kita untuk selama-lamanya.


Blog, Updated at: 01.59

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.